Warga Teluk Sepang Bengkulu Tidak Keluhkan Retribusi yang diterapkan PT Pelindo II

0

Bengkulu, dclick.id – Warga Kelurahan Teluk Sepang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu tidak mengeluhkan penerapan pungutan retribusi yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Pulau Baai. Sebab masyarakat yang melintas dengan kendaraan roda dua di kawasan Pelindo tidak pungut retrubusi.

Salah satu warga Kelurahan Teluk Sepang Kota Bengkulu, Anton mengatakan bahwa aturan tersebut telah berlaku sejak 1 Juli 2022 dan tidak memberatkan karena tidak ada pungutan retribusi sama sekali oleh PT Pelindo Bengkulu. Bahkan hampir setiap hari dirinya melintasi pintu masuk dikawasan Pelindo Bengkulu tapi tidak pernah ditarifi retribusi oleh penjaga disana.

“Tidak ada retribusi untuk kendaraan roda dua, kalau ada yang bilang mengeluh karena dipunguti retribusi bohong itu, pasti bukan warga Teluk Sepang,” ujar Anton, Kamis (14/7).

Selain itu, Anton juga membantah jika masyarakat Kelurahan Teluk Sepang yang ingin melintas jalan tersebut harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pasalnya dirinya dalam satu hari sebanyak kurang lebih 6 kali melintas di gerbang masuk kawasan Pelindo Bengkulu tapi tidak dikenakan retribusi seperti yang diberitakan oleh salah satu media online di Kota Bengkulu beberapa waktu lalu.

“Mana ada menunjukkan KTP, kami lewat-lewat saja,” kata Anton.

Sementara itu, Penjaga Gerbang Masuk Kawasan PT Pelindo II Bengkulu, Yanuar mengatakan, pungutan retribusi kendaraan roda dua sebesar Rp 3 ribu dilakukan hanya untuk masyarakat yang ingin masuk ke kawasan PT Pelindo dan ingin melakukan kegiatan seperti kunjungan ke perusahaan batu bara atau ke PLTU.

“Kalau cuma mau pulang ke Teluk Sepang mana ada pungutan retribusi lagian kami juga hapal orang Teluk Sepang, tidak mungkin juga melihat KTP mereka setiap mau lewat, orang mereka lewat setiap hari lebih dari satu kali,” ujar Yanuar yang merupakan warga Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu.

Yanuar mengaku, selain retribusi hanya dikenakan kepada masyarakat yang akan melakukan kegiatan memancing di wilayah Pelindo Bengkulu. Meski begitu, saat ini Pelindo Bengkulu melarang seluruh masyarakat memancing di kawasan Pelindo Bengkulu sehingga mereka tidak dikenakan pungutan retribusi.

“Sekarang kalau ada pemancing mau masuk kita larang, tidak boleh masuk, mereka kita arahkan memancing di area yang bukan kawasan Pelindo II Bengkulu jadi tidak ada pungutan retribusi ke mereka,” jelasnya.

Ia mengatakan, retribusi hanya diberikan khusus angkutan truk seperti batu bara, barang dan cangkang sawit yang masuk ke wilayah Pelindo dua. Dimana tarif retribusi yang diterapkan oleh PT Pelindo II Bengkulu bervariasi yaitu Rp 4 ribu hingga Rp 7,5 ribu untuk kendaraan roda empat.

“Kalau truk batu bara yang lewat pasti kena retribusi tapi kalau kendaraan pribadi tidak ada yang kena,” tutupnya. (R)

Leave A Reply

Your email address will not be published.