Usai Pandemi, 8 Cabor Dipertandingkan Pada POPDA Bengkulu 2022

0

Bengkulu, dclick.id – Jika tak ada kendala teknis, Pekan Olahraga Daerah atau POPDA tingkat Provinsi Bengkulu bakal dihelat Juni 2022 mendatang tepatnya pada 22-26 Juni. POPDA tahun ini akan mempertandingkan 8 cabang olahraga.

Kadis Dispora Provinsi Bengkulu melalui Kasi Promosi Olahraga dan Olahraga Prestasi, Timbulkat S.Pd mengatakan, sejauh ini sejumlah persiapan sudah dilakukan untuk mensukseskan POPDA. Di antaranya sosialisasi ke daerah dan pengurus cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

“Kita sudah lakukan beberapa persiapan. Pertama, sosialiasasi ke kabupaten/kota dan pengprov cabor yang ada yakni sepak bola, sepak takraw, basket, tinju, pencak silat, bola volly, tenis lapangan, dan bulu tangkis,” sebut Timbulkat.

Ia menambahkan, Dispora kabupaten/kota menyambut antusias rencana POPDA ini yang ditandai dengan komitmen mengikutkan atletnya minimal sebanyak enam cabor yang akan dipertandingkan. Bahkan beberapa kabupaten sudah mengirim data atlet yang akan ikut serta.

Timbulkat menjelaskan, penentuan 8 cabor yang dipertandingkan itu berdasarkan pelaksanaan POPDA-POPDA di tahun-tahun sebelumnya, termasuk menyesuaikan dengan cabor yang akan dipertandingkan di Pra-POPNAS pada bulan November 2022 di Lampung dan POPNAS di Palembang.

Untuk persiapan venue atau tempat pertandingan, Timbulkat mengaku Dispora telah melakukan survei dan peninjauan. Secara umum, sarana dan prasanana yang ada masih memadai dan layak dipakai. Hanya perlu sedikit pembenahan atau perbaikan.

“Untuk venue, pada Selasa lalu sudah dipantau. Pertama, peralatan dan sarpras yang akan diperbaiki. Beberapa venue sudah siap. Untuk yang indoor tinggal tambah lampu penerangan,” ujarnya.

Adapun lokasi atau tempat pertandingan yang sudah diproyeksikan Dispora adalah sebagai berikut:

Sepak bola di Stadion Semarak Sawah Lebar; tenis lapangan di sebelah GOR Sawah Lebar atau di Lapangan Tenis Indoor Pemprov Bengkulu; bulu tangkis di Kelurahan Kandang; tinju di sasana Ketupek Bengkulu di Padang Serai. Lalu, sepak takraw dan pencak silat di GOR Kelurahan Sidomulyo; basket di GOR Sawah Lebar; dan bola volly di lapangan SKO.

Terkait peserta atau atlet pelajar, Timbulkat mengatakan syarat atau ketentuannya mengacu kepada aturan yang ditentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Di antaranya, peserta adalah kelahiran mulai 1 Januari 2005, dan keterangan sehat dan keterangan vaksin.

“Pertandingan akan dilaksanakan secara tatap muka. Jadi keterangan kesehatan dan vaksin itu merupakan upaya preventif kita untuk mencegah Covid-19,” tukasnya.

Timbul menandaskan, peserta juga mewakili asal daerah masing-masing yang dibuktikan dengan identitas kependudukan. Jika ada siswa yang bersekolah di SKO yang ada di Kota Bengkulu namun asalnya dari luar Kota Bengkulu, maka ia hanya bisa mewakili asal daerahnya.

Kadispora Atisar Sulaiman mengatakan, para atlet yang nanti berprestasi di POPDA ini diharapkan akan menjadi atlet Bengkulu di ajang POPNAS hingga PORWIL nantinya. Karna itu dia mengimbau agar atlet bisa mempersiapkan diri dengan baik agar bisa menunjukkan prestasinya.

“Jadi disamping mencari juara dari masing-masing kabupaten, tindak lanjut POPDA ini adalah untuk menseleksi atlet POPNAS Bengkulu. Mereka akan diproyeksikan untuk mengikuti Pra POPNAS pada November di Lampung dan POPNAS tahun 2023,” ujarnya.

Ia menambahkan, Dispora juga akan membentuk tim seleksi untuk memantau dan menjaring atlet berbakat yang tidak turun di POPDA karena daerahnya tidak mengikuti cabor yang dipertandingkan.

“Jadi kita mau atlet yang memang bagus agar bisa muncul. Jangan karena ada unsur non-teknis, seorang atlet tidak disertakan. Kita tidak mau itu terjadi,” tukas Atisar.

Leave A Reply

Your email address will not be published.