Tidak Bangun Siring, Ketua RT Minta Walikota Tutup Indomaret KM 6,5

0

Bengkulu, dclick.id – Penataan Kota Bengkulu kembali bermasalah. Hal ini seperti disampaikan oleh Ketua RT 02 Kelurahan Jalan Gedang. Dimana menurut Ketua RT tersebut hal itu terlihat dari pembangunan Toko Indomaret di Jalan P Natadirja Kilometer 6,5 dimana pembangunan waralaba tersebut dinilai tidak mengindahkan instruksi Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan SE terkait penataan kawasan perkotaan.

“Saya tadi pagi sudah mendatangi Toko Indomaret Kilometer 6,5. Dimana sebelumnya saya kaget melihat bangunan area lahan parkir Indomaret yang terletak di dalam wilayah RT 02 ini semakin lebar dan semakin mengarah ke bibir aspal jalan. Tapi yang membuat saya kesal. Kenapa pihak Indomaret justru menutup saluran drainase atau siring yang ada dibawah pagar Indomaret sebelumnya. Tadi saya sudah temui perwakilan katanya namanya Solid Ahmad dia sebagai asisten toko yang baru. Saya minta agar dipertemukan dengan yang berwenang baik pihak kepala toko ataupun pimpinan Indomaret itu sendiri, dimana saya minta agar siring sebagai saluran pembuangan air di Indomaret ini baik yang di depan maupun di samping dibuatkan kembali. Kemudian saya juga minta agar pihak Indomaret membuat bak sampah permanen di pojok depan,” ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Jalan Gedang Supratman, Sabtu (11/6).

Dijelaskan oleh Ketua RT tersebut. Kawasan RT 02 khususnya Jalan P Natadirja KM 6,5 ini merupakan jalan protokol yang tentunya adalah wajah Kota Bengkulu. “Semestinya Indomaret bisa menjadi contoh dalam ikut membangun daerah. Jangan malah hanya memikirkan kepentingan pribadi ingin perluasan area lahan depan dan membuat Drve Thru tapi malah tidak membuat saluran pembuangan airnya. Sebab itu, tadi saya sudah meminta kepada perwakilan toko Indomaret KM 6,5 saya beri waktu sampai hari Senin agar pihak Indomaret bisa membuat saluran siring dan bak sampah. Jika tidak juga mengindahkan maka saya minta Walikota Bengkulu menutup Indomaret tersebut,” tegas Supratman.

Kemudian Ketua RT yang masih muda itu juga membeberkan bahwa dalam setiap proses baik perizinan maupun pembangunan pihak Indomaret tidak pernah berkoordinasi dengan RT setempat. Bahkan ketika perayaan HUT RI setiap 17 Agustus pihak Indomaret pun tidak pernah membantu warga di sekitar lingkungan untuk sekedar berpartisipasi.

“Jadi menurut saya pihak Indomaret ini memang sudah merasa hebat sendiri. Mereka bisa mendirikan usaha dan mendirikan bangunan seenaknya tanpa perlu berkoordinasi dengan warga disekitar lingkungan atau RTnya,” sesal Ketua RT tersebut. (111)

Leave A Reply

Your email address will not be published.