Perjuangkan Lahan dari Mafia Tanah, Peni Riyanto Masukan Perlawananan ke Pengadilan Negeri Bengkulu

0

Bengkulu, dclick.id – Peni Riyanto memasukan perlawananan (Derden Verzet) ke Pengadilan Negeri Bengkulu untuk mengembalikan hak yang terampas. Dan akan melakukan laporan ke kepolisian tentang dugaan pemalsuan surat SKT yang sudah dibatalkan namun dipergunakan untuk memenagkan perkara untuk mengambil keuntungan pribadi dan kelompok yang menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Pada hari ini Selasa 27 September 2022 Peni Riyanto mendapat panggilan AAMANING ke 2 (dua) dari Pengadilan Negeri Bengkulu atas kasus perdata yang berlawanan dengan Suardi Bahrun CS diminta menyerahkan lahan secara sukarela yang menang atas lahan seluas 5000 meter persegi di daerah Jalan Dharma Wanita Kelurahan Bentiring Kota Bengkulu.

Dimana Aanmaning merupakan tindakan dan upaya yang dilakukan Ketua Pengadilan Negeri yang memutus perkara berupa “teguran” kepada Tergugat (yang kalah) agar ia menjalankan isi putusan secara sukarela dalam waktu yang ditentukan setelah Ketua Pengadilan menerima permohonan eksekusi dari Penggugat.

Untuk itu Peni Riyanto menunjuk kuasa hukumnya kepada Roder Nababan, SH. Dimana kuasa hukumnya sudah mempersiapkan novum baru untuk melakukan Perlawanan dan siap mendampingi client untuk mengembalikan hak yang terampas.

“Kita akan memasang papan merek diatas tanah sengketa yang sudah lebih dahulu dipasang oleh pihak Suardi Bahrun CS sebagai bentuk perlawanan dan kita lihat saja langkah-langkah selanjutnya sesuai arahan presiden RI untuk memberantas Mafia Tanah dan akan memasukan surat ke Komisi Yudisial,” ujar Roder Nababan, Selasa (27/9).

Perjungan Peni Riyanto dalam permasalahan ini semoga menjadi embrio penyemangat bagi pemilik tanah yang hak-hak kepemilikannya terhadap Tanah kepunyaannya dirampas oleh Mafia Tanah yang bekerjasama dengan aparat hukum untuk memuluskan niat jahatnya terhadap perampasan hak-hak tanah bagi orang yang lemah.

Dalam perkara tersebut telah terbukti dan nyata-nyata SKT yang sudah dibatalkan Kepala Desa Bentiring waktu itu bisa dihidupkan kembali dengan cara menghembuskan nafas kehidupan kepada aparatur hukum yang diduga nakal. **

Leave A Reply

Your email address will not be published.