Nekat Maling Sawit, Oknum Anggota BPD Desa Padang Pandan Ditangkap

0

Bengkulu Selatan, dclick.id  Ada-ada saja kelakuan salah satu oknum anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Desa Padang Pandan Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan berinisial WJ yang nekat melakukan aksi pencurian tandan buah segar (TBS) Kelapa Sawit milik Erik (31) warga Kota Padang Kecamatan Manna.

Tidak sendirian, WJ melakukan aksi pencurian tersebut bersama dua rekannya berinisial AR dan AI. Selain terancam dengan sanksi denda, untuk WJ yang merupakan anggota BPD tersebut, juga akan terancam diberhentikan dari jabatannya sebagai anggota BPD di Desa Padang Pandan.

Hal ini dibenarkan oleh Yenuardi Kepala Desa Padang Pandan, menurutnya bahwa ketiga pelaku tersebut sudah dipanggil dan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan desa.

“Kami sudah memanggil tiga warga yang tertangkap mencuri sawit, termasuk salah satunya oknum anggota BPD. Ketiganya akan disanksi sesuai perdes yang ada,” tegas Kades.

Aksi pencurian TBS kelapa sawit tersebut, terjadi pada Jum’at (22/07) lalu. Ketika itu WJ dan dua rekannya tengah upahan memanen sawit milik Erik, namun hasil panen sawit tersebut sebagiannya disimpan oleh ketiga pelaku.

Hal ini diketahui oleh Erik selaku pemilik lahan, karena setelah pelaku melakukan panen korban bersama orangtuanya melakukan pengecekan ke kebun, dan menemukan tumpukan kelapa sawit yang ditutupi dedaunan.

Lantaran curiga, mereka melakukan pengintaian siapa yang akan mengambil kelapa sawit tersebut, namun hingga malam tak ada yang mengambil. Pada Sabtu (23/07) dirinya bersama orangtuanya kembali melakukan pengintaian, dan mendapati WJ bersama AR dan AI akan mengangkat sawit tersebut dengan menggunakan dua unit sepeda motor dan langsung disergap oleh korban.

Dari tiga pelaku tersebut, diamankan barang bukti TBS sawit dengan berat sekitar 520 kg. “Sesuai dengan Perdes, tiga pelaku akan dikenakan denda yang besarannya Rp 1 juta per tandan,” tegas kades. (rls)

Sumber betv.disway.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.