Kakanwil DJPb Bengkulu: Naiknya Harga BBM Bisa Membuat Angka Kemiskinan Menurun

0

Bengkulu, dclick.id – Kepala Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Pembendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu Syarwan mengatakan, kebijakan penyesuaian harga BBM tentu akan berdampak pada inflasi dan pada akhirnya memang akan berdampak pada angka kemiskinan.

Kemiskinan bersifat dinamis, di mana penduduk kelas rentan dan menengah bawah dapat menjadi miskin, atau sebaliknya. Dengan pemberian bantalan sosial tambahan bagi masyarakat miskin dan rentan sebesar Rp 24,17 triliun, dapat memberi manfaat yang lebih besar dibanding dampak yang ditimbulkan sehingga angka kemiskinan tidak naik, bahkan diperkirakan menurun berkisar 0,3%.

“Jumlah masyarakat yang harus dilindungi mencapai 40 persen ke bawah, ini yang kita hitung bersama kalau kita berikan bansos itu, kita bisa menjaga daya beli khususnya yang miskin dan rentan,” ujar Syarwan dalam rilisnya di Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Rabu (7/9).

Dilanjutkan Syarwan, ada peluang angka kemiskinan turun, karena pemerintah memberikan bantalan (bansos) lebih besar dari pada beban yang harus ditanggung masyarakat, khususnya masyarakat 40 persen terbawah.

“Kalau harga BBM naik tanpa ada bantalan pasti kemiskinan meningkat. Namun dengan memberikan bantalan ini, maka diharap pendapatan dan daya beli masyarakat kelompok miskin dan rentan akan tetap terjaga dan ini malah meningkatkan kemampuan konsumsi mereka,” jelasnya.

Meski pemerintah yakin betul bisa menekan angka kemiskinan lewat BLT, tapi sejumlah pihak menilai kenaikan harga BBM akan berdampak panjang dan menurunkan daya beli masyarakat.

Adapun saat ini angka kemiskinan di Bengkulu pada Maret 2022 mencapai 297.230 orang atau 14,62 persen dari total jumlah penduduk di provinsi Bengkulu.

Persentase kemiskinan itu menobatkan Bengkulu tetap berada di urutan kedua dengan persentase penduduk miskin terbanyak di Pulau Sumatera setelah Aceh, lalu diurutan ketiga Provinsi Sumatera Selatan. (R)

Leave A Reply

Your email address will not be published.